Jumat, 04 Juni 2010

Yang harus Anda ketahui tentang obat

YANG HARUS ANDA KETAHUI TENTANG OBAT…

Membeli obat bebas bukan berarti sebebas-bebasnya. Ada hal-hal tertentu yang harus diperhatikan. Karena bagaimanapun, obat itu adalah racun bagi tubuh kita, bila penggunaanya tidak sesuai dan berlebihan.
“ Sehat adalah sesuatu yang mahal” Tentunya anggapan ini berlaku bagi orang yang terlanjur terserang penyakit dan berusaha menyembuhkan penyakitnya itu, termasuk juga Anda. Segala macam cara ditempuh, mulai dari memeriksakan diri ke dokter, menebus obat, kalau tergolong parah bisa dirawat inap dirumah sakit, atau bahkan mencari pengobatan alternatife.
Umumnya, untuk penyakit-penyakit ringan seperti flu, batuk, diare, dan pusing, kita mencoba mengusir gejala-gejala yang timbul dengan membeli obat-obat bebas. Namun yang sering terlupakan dalam membeli obat-obat bebas itu adalah, Apakah kita benar-benar membutuhkan obat tersebut? Sudah tepatkah obat yang kita beli?..
Berikut adalah simbol-simbol penggolongan obat yang bisa Anda ketahui :

Lingkaran hitam dengan warna hijau ditengahnya
= Menunjukkan bahwa obat tersebut adalah obat bebas, yang dapat Anda beli dimana saja untuk pengobatan sendiri. Obat ini sudah teruji keamanannya.

Lingkaran hitam dengan warna biru ditengahnya.
= Menunjukkan bahwa obat ini merupakan obat bebas terbatas. Memiliki tingkat keamanan yang sedikit lebih rendah daripada obat bebas. Umumnya obat ini terdiri dari beberapa kombinasi jenis obat yang efektif namun harus diperhatikan efek sampingnya. Biasanya juga terdapat peringatan, apabila dalam 2-3hari tidak sembuh maka harus memeriksakan diri ke dokter.

Lingkaran hitam dengan warna merah ditengahnya.
= Menunjukkan bahwa ini merupakan obat keras. Dimana obat tersebut sudah teruji, namun keamanan dari pemakaian obat harus dengan pengawasan dokter.
Pada dasarnya setiap obat mempunyai dua efek, pertama, efek terapi: yaitu efek yang muncul sesuai dengan manfaat yang diharapkan dari obat itu sendiri. Kedua, efek samping: yaitu efek negative yang muncul akibat penggunaan obat tersebut. Maka dari itu kita harus mengetahui beberapa cara penggunaan obat untuk meminimalisir terjadinya efek samping dari obat tersebut.

a. Obat Nyeri
Obat anti nyeri atau analgesik ini biasanya berasal dari golongan AINS ( Anti Inflamasi Non Steroid) atau NSAID (Non Steroid Anti Inflamation Drug). Efek sampingnya dapat mengurangi kemampuan perlindungan pada saluran cerna, sehingga dapat mengakibatkan luka pada organ tersebut dan terjadi perdarahan.
Anggapan yang keliru, biasanya ada yang mengungkapkan bahwa penggunaan obat ini dalam dosis besar dapat cepat mengurangi keluhan. Padahal tubuh kita memiliki reseptor nyeri yang terbatas, sehingga mengonsumsi satu atau dua pil lebih banyak dari dosis yang sudah dianjurkan, tidak akan membawa dampak perubahan melainkan akan menimbulkan masalah. Perlu diingat bahwa penggunaan obat nyeri yang mengandung paracetamol secara berlebihan berisiko terjadi gangguan pada hepar/hati.

b. Obat Batuk, Demam, Pilek dan Alergi
Biasanya obat-obat ini mengandung analgesik (anti nyeri), antihistamin (mencegah reaksi alergi), dekongestan (pelega hidung tersumbat), antitusif (pereda batuk), dan antipiretik (penurun demam). Pada umumnya kesalahan yang terjadi adalah mengonsumsi obat-obatan ini secara terus-menerus dan tidak memperhatikan keluhan yang muncul. Seharusnya jika yang dikeluhkan hanya batuk dan demam tanpa hidung tersumbat, maka pengobatannya tidak perlu menggunakan dekongestan. Yang lebih penting, jika gejala tersebut tidak juga hilang, berkonsultasi ke dokter itu yang sangat dianjurkan.

c. Antibiotik
Yang patut diperhatikan adalah, Jangan mengonsumsi obat antibiotik tanpa izin dokter. Jangan pernah mengonsumsi antibiotic yang diresepkan untuk orang lain, karena satu jenis antibiotik digunakan untuk tujuan khusus. Bisa jadi infeksi yang diderita olah seseorangmembutuhkan antibiotic yang berbeda. Selain itu jika keluhan infeksi sudah mulai mereda, jangan pernah menghentikan pengobatan tersebut, penderita harus tetap mengonsumsi antibiotik tersebut sampai habis sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dosis atau tidak menghabiskan dosis yang disediakan dapat membuat kuman kebal terhadap antibiotik tersebut.

d. Obat Maag
Jangan terlalu menggantungkan diri pada penggunaan obat anti maag. Jika keluhan maag menetap lebih dari 3 atau 5 hari, apalagi ditambah dengan keluhan lain, seperti buang air besar menjadi hitam, hal itu menandakan ada masalah serius pada saluran pencernaan yang tidak bisa diatasi dengan obat biasa. Penggunaan obat anti maag secara terus-menerus dalam jangka panjang dapat berisiko menimbulkan masalah pada ginjal.

e. Obat Tetes Mata
Tidak semua keluhan mata dapan hilang dengan menggunakan obat tetes mata. Penggunaan obat tetes mata dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan Glaukoma, yaitu penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan bola mata yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen bila tidak diatasi dengan cepat.

f. Obat Kulit
Sebaiknya untuk mengetahui obat kulit jenis apa yang sesuai, perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, yaitu untuk mengetahui penyebab penyakit kulit secara pasti. Jika Anda menggunakan obat kulit dalam dua sampai tiga minggu namun tidak ada kemajuan, itu merupakan pertanda bahwa Anda keliru dalam menggunakan obat kulit. Penggunaan obat kulit yang salah, akan mengkibatkan kuman menjadi kebal dan bertambah banyak, sehingga membuat pengobatan selanjutnya menjadi lebih sulit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar